Dalam rangka mengoptimalkan kegiatan Surveilans Penyakit dan Faktor Risiko Malaria serta mendukung persiapan penilaian eliminasi malaria Kabupaten Purworejo tahun 2026, BB Labkesmas Yogyakarta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan Puskesmas Banyuasin Loano melaksanakan pemetaan luas wilayah reseptif daerah malaria dan survei faktor risiko malaria serta uji resistensi malaria pada tanggal 29 September – 3 Oktober 2025. Kegiatan dimulai dari survei larva, survei pengetahuan, perilaku dan faktor risiko lingkungan terkait malaria pada tanggal 29 September – 1 Oktober 2025 di Dusun Dukuh, Gupaan dan Sibelik Desa Banyuasin Kembaran Kecamatan Loano. Selama tiga hari telah disurvei breeding places (tempat perindukan) nyamuk sebanyak 84 titik terdapat 27 titik positif. Breeding places yang disurvei adalah mata air, cekungan anakan sungai, kolam ikan dan bendungan anakan sungai, yang terbanyak positif larva adalah mata air. Mata air ini sebagai sumber air masyarakat di sekitar lokasi, berupa penampungan tidak permanen dan tidak berpenutup kemudian dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Larva yang ditemukan diambil dan selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium BB Labkesmas Yogyakarta. Survei pengetahuan, perilaku dan faktor risiko lingkungan dilakukan terhadap 100 penduduk. Faktor risiko kondisi rumah yang ditemukan adalah ventilasi udara tidak dilengkapi kasa dan langit-langit tidak berplafon, memungkinkan nyamuk penyebab malaria masuk ke dalam rumah dan menggigit penghuninya. Faktor risiko perilaku masyarakat berupa kebiasaan melaksanakan aktifitas keagamaan pada malam hari dan tidur tidak menggunakan kelambu berinsektisida dengan alasan gerah/panas ataupun rusak. Pembagian kelambu berinsektisida gratis melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, terakhir pada tahun 2024.
Setelah selesai survei larva dilanjutkan survei nyamuk serta uji resistensi pada tanggal 2 – 3 Oktober 2025. Kegiatan penangkapan nyamuk Anopheles dimulai tanggal 2 Oktober 2025 pada pukul 18.00 WIB sampai dengan 3 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB. Nyamuk yang tertangkap dilakukan identifikasi dengan hasil spesies nyamuk yang tertangkap adalah Anopheles Balabacensis, Anopheles barbirostris, Anopheles aconitus, Anopheles vagus, Anopheles maculatus dan Anopheles kochi.
Uji resistensi dan uji efikasi kelambu malaria menggunakan nyamuk yang ditangkap di Kemejing Kecamatan Loano dan Desa Cacaban Lor Kecamatan Bener. Hasil uji resistensi menunjukkan bahwa dengan menggunakan insektisida Alpha Cypermethrin 0,05% nyamuk telah resisten, menggunakan insektisida Deltamethrin 0,05 nyamuk telah resisten sedangkan menggunakan insektisida Malathion 0,8% nyamuk masih sensitif. Hasil uji efikasi kelambu baru (usia pemasangan 1 hari) dengan bahan insektisida Alpha Cypermethrin 0,58% menunjukkan bahwa kelambu efektif untuk pengendalian nyamuk malaria. Semoga dengan kegiatan kolaborasi ini dapat mensukseskan Kabupaten Purworejo meraih “Eliminasi Malaria Tahun 2026”.