Penggunaan instrumen canggih memerlukan SDM yang kompeten, pemeliharaan alat yang baik, serta kemampuan troubleshooting yang tepat. Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, BB Labkesmas Yogyakarta bekerjasama dengan Unit Pengembangan Kompetensi (UPK) SDM Kesehatan Semarang menyelenggarakan Webinar Nasional Plataran Sehat "Optimalisasi Instrumen Analitik untuk Pengujian Laboratorium Kesehatan Masyarakat".
Webinar ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dengan kuota 500 peserta. Acara dipandu MC Rina Puspitasari, S.Si., Pranata Labkes Penyelia BB Labkesmas Yogyakarta. Webinar dibuka oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Roy Himawan, S. Farm., Apt., M.M. Selanjutnya, disampaikan sambutan oleh Kepala BB Labkesmas Yogyakarta, dr. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes.
Materi pertama dalam webinar berjudul “Penguatan Sistem Laboratorium Kesehatan Masyarakat melalui Pemanfaatan Teknologi Analisis Canggih” dengan narasumber dr. Krisna Nur Andriana Pangesti, M.Sc., Ph. D. (Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI) dengan moderator adalah dr. Yohanna Gita Chandra, M.S. (Ketua Tim Kerja Mutu, Penguatan SDM, dan Kemitraan BB Labkesmas Yogyakarta).
Materi selanjutnya secara paralel dipandu oleh moderator Dina Juli Retnaningsih, S.T., M.Sc. (Pranata Laboratorium Kesehatan Masyarakat BB Labkesmas Yogyakarta). Materi yang disampaikan adalah: 1) “Pendekatan Analitik Modern untuk Pengujian Logam Berat” oleh Kristina Eri Faryanti, S.Si. (Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan, Vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit BB Labkesmas Yogyakarta); 2) “Pengujian Logam Berat Menggunakan AAS” oleh Rudi Priyanto, S.Si. (Penyelia Udara Instalasi Kesehatan Lingkungan, Vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit BB Labkesmas Yogyakarta), dan 3) “Troubleshooting Pengujian dengan AAS” oleh Singgih Adi Triono, S.Si., M.Sc. (Penyelia Teknologi Tepat Guna Instalasi Sarana Prasarana, Kalibrasi, dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna BB Labkesmas Yogyakarta).
Dengan mengikuti webinar ini diharapkan peserta dapat memperluas wawasan dan keterampilan teknis, terbangun jejaring dan kolabotasi antar laboratorium, serta meningkatkan kesiapan labkesmas menghadapi tantangan pengujian di masa depan.