Kajian dilaksanakan di salah satu pasar paling ramai di Kabupaten Gunungkidul dengan aktivitas hampir tidak berhenti selama 24 jam. Total pedagang yang tercatat di pasar tersebut sebanyak 387 orang. Tahapan kegiatan terdiri atas tahap persiapan berupa koordinasi dan rapat lintas sektor, tahap pelaksanaan terdiri atas survei/observasi pasar serta pengambilan dan pengujian sampel, serta tahap evaluasi dan laporan berupa analisis data dan sosialisasi. Survei/observasi berupa inspeksi sanitasi pasar menggunakan formulir penilaian sanitasi pasar dan perilaku hidup bersih dan sehat pedagang, pengunjung, pekerja, dan pengelola. Sampel lingkungan agen biologis dan fisik kimia diambil dari makanan minuman siap saji, jajanan pasar, air bersih, air minum, usap alat, dan udara. Sosialisasi hasil dilakukan dengan mengundang lintas sektor dan lintas program terkait untuk membuat rencana tindak lanjut bersama dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan pasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2015.
Berdasarkan hasil inspeksi sanitasi, penataan ruang dagang (zoning) dan lebar lorong antar los di pasar tersebut tidak memenuhi syarat, tidak ada tempat sampah, tidak ada tempat cuci tangan, tidak ada tempat penyimpanan bahan pangan dengan rantai dingin, masih dijumpai binatang penular penyakit (vektor) dan tempat perindukannya, jumlah kamar mandi dan WC kurang, tidak ada tempat pembuangan sementara, dan belum pernah dilaksanakan desinfeksi pasar.
Hasil pemeriksaan sampel di pasar tersebut menemukan agen biologi berupa E.Coli pada makanan siap saji, air minum, dan peralatan makan, serta tidak terpenuhinya syarat Total Coliform dalam air bersih yang dapat menjadi risiko kejadian penyakit menular. Pemeriksaan agen kimiawi menemukan adanya Rhodamine B dan Formalin pada makanan jajanan dan kurangnya kandungan Iodium dalam garam yang dijual di pasar yang berpotensi terhadap kejadian penyakit tidak menular.
Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : [email protected]