Dalam rangka pengendalian leptospirosis di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, pada tanggal 27 Juli 2023 BBTKLPP Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyelenggarakan pertemuan Optimalisasi Kerja Sama Lintas Program Lintas Sektor: Optimalisasi Keterlibatan Masyarakat dalam Upaya Pengendalian Leptospirosis di Kabupaten Bantul D.I. Yogyakarta. Pertemuan yang dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul ini dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul dan kepala/perangkat desa se-Kabupaten Bantul.
Acara dibuka oleh Kepala Seksi P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul (dr. Feranose Panjuantiningrum) yang dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa tiga tahun terakhir Kabupaten Bantul mengalami kenaikan kasus leptospirosis yang tinggi. Penanggulangan leptospirosis tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas kesehatan namun harus dilakukan secara serempak oleh semua stake holder. Dalam pertemuan optimalisasi kerja sama lintas program lintas sektor ini diundang kepala/perangkat desa agar dapat mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengendalian leptospirosis di Kabupaten Bantul.
Setelah acara pembukaan, disampaikan paparan oleh Dr. Drs. Ristiyanto, M.Kes. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional tentang upaya pengendalian tikus berbasis masyarakat, dilanjutkan dengan paparan oleh Wiwik Dwi Lestari, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kota Semarang tentang gambaran situasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian leptospirosis di Kota Semarang . Paparan terakhir disampaikan oleh dr. Zidni Setyaningrum, Sp.P.D. dari RSUD Panembahan Senopati tentang gejala - gejala leptospirosis yang dapat dikenali masyarakat. Paparan dilanjutkan dengan diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Disepakati bersama bahwa kepala/perangkat desa yang hadir dalam pertemuan akan mensosialisasikan tentang leptospirosis dan pengendalian tikus kepada masyarakat sebagai upaya penanggulangan leptospirosis. Acara ditutup dengan harapan masyarakat lebih waspada terhadap kejadian leptospirosis dan mampu melakukan pengendalian tikus mandiri agar kasus leptospirosis dapat dikendalikan dan tidak terjadi kasus yang fatal.