Tahun 2017 pemerintah bersama pemerintah daerah (Provinsi Jawa Tengah) telah mendistribusikan kelambu berinsektisida tahan lama – long lasting insecticidal net (LLINs) kepada penduduk di daerah fokus malaria melalui Pekan Kelambu Massal Fokus (PKMF). Tujuannya untuk mencegah kontak nyamuk vektor infektif dengan manusia sehingga angka kasus malaria penularan setempat (indigenous) dan jumlah fokus aktif dapat diturunkan. Magelang termasuk kabupaten penyelenggara PKMF tahun 2017 karena setahun setelah dinyatakan eliminasi di kabupaten ini kembali terjadi penularan malaria indigenous. Untuk evaluasi hasil PKMF di Magelang maka dilaksanakan survei secara croosesctional study yang bertujuan memperoleh informasi tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang malaria dan kelambu berinsektisida, khususnya penggunaan dan pemeliharaan LLINs.
Dalam menjaga validitas hasil survei maka sebelum pelaksanaan survei terlebih dahulu dilakukan pembekalan teknik wawancara dan cara pengisian kuesioner yang tepat kepada 15 enumerator (petugas pengumpul data). Enumerator terdiri dari 1 petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, 7 petugas puskesmas Salaman-I dan 7 petugas desa. Pembekalan dilaksanakan sehari, tanggal 24 September 2019 oleh tim kajian/survei dari BBTKLPP Yogyakarta.
Sehari setelah pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan
pengumpulan data KAP melalui kunjungan ke rumah subjek - rumah tangga (RT)
terpilih. Ada 300 RT sebagai sampel, pemilihannya dicuplik secara acak dari
daftar kerangka sampel (KK penerima LLINs). Pada KK terpilih dilakukan
wawancara terstruktur pada responden memenuhi kriteria, yaitu KK atau anggota
rumah tangga berumur ? 17 tahun. Survei berlangsung selama 4 hari, yaitu
tanggal 25 – 28 September. Untuk menghindari ketidaklengkapan/kesalahan
pengisian kuesioner maka setiap hari di akhir survei langsung dilakukan
pengecekan dan konfirmasi langsung
kepada enumerator terkait (Andi).