Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG merupakan investasi besar bangsa dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Namun demikian, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh kecukupan zat gizi, melainkan juga oleh jaminan keamanan pangan, sanitasi lingkungan, dan pengendalian penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TB). Sanitasi di SPPG harus menjadi perhatian utama karena seluruh rantai proses mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga pengelolaan limbah berpotensi menjadi titik kritis terjadinya kontaminasi. Di sisi lain, ancaman Tuberkulosis (TB) juga perlu menjadi perhatian serius termasuk di lingkungan SPPG. Penularan TB sangat erat kaitannya dengan kontak dekat dan berkepanjangan di ruang tertutup dengan ventilasi yang kurang baik. Lingkungan kerja SPPG yang melibatkan banyak pekerja dalam ruang tertutup, interaksi intensif, serta aktivitas pengolahan makanan secara bersama-sama berpotensi menjadi tempat penularan TB apabila tidak disertai upaya pencegahan yang memadai.
Dalam rangka meningkatkan peran Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk mendukung program Tuberkulosis dan Makanan Bergizi Gratis (MBG) khususnya penguatan jejaring dan peningkatan kapasitas teknis laboratorium, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer dan Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektor di Wilayah Regional 5 Labkesmas dalam rangka Mendukung Quick Win Presiden terkait Program Tuberkulosis dan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 24–25 Juni 2026 di Hotel Porta by Ambarrukmo. Kegiatan yang didukung melalui Dana Hibah Global Fund Komponen RSSH Tahun 2026 ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh perwakilan Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Labkesmas tier 1 – 4, Puskesmas, dan SPPG di DIY dan Provinsi Jawa Tengah.