Sejak tahun 2024, United Nations Development Programme (UNDP) mendukung pelaksanaan Surveilans ILI – SARI dengan menyelenggarakan capacity building, pengadaan peralatan laboratorium dan bahan habis pakai, serta pertemuan koordinasi. Dengan berakhirnya pendanaan dari UNDP pada bulan Juni 2026, Kementerian Kesehatan dan UNDP menyelenggarakan pertemuan koordinasi untuk transisi dan keberlanjutan program ILI – SARI yang telah berjalan di 35 provinsi di Indonesia. Pertemuan National ILI SARI Health Inisiatives: Transition and Sustainability across 35 Provinces ini dilaksanakan di Gedung JEC, Bantul pada tanggal 9 – 11 Juli 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Badan Karantina Kesehatan, Balai Besar/Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat, RSUP/RSUD, dan Puskesmas yang terlibat dalam kegiatan Surveilans ILI – SARI.
Pertemuan dibuka oleh Plt. Dirjen Penganggulangan Penyakit, dr. Andi Saguni, M.A.. Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai kebijakan global surveilans dan kesiapsiagaan terhadap sindrom pernafasan, kewaspadaan dini terhadap penyakit berpotensi pandemi, peta jalan program ILI – SARI, penguatan surveilans di pintu masuk negara, penguatan jejaring laboratorium influenza sebagai respon terhadap ancaman Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI), dan praktik baik dari Puskesmas sentinel ILI, dan rumah sakit sentinel SARI, dan pintu masuk negara. Selanjutnya dipaparkan rencana pelaksanaan Surveilans ILI SARI untuk tahun 2026 – 2028 paska pendanaan dari UNDP berakhir. Pada akhir pertemuan, masing – masing komponen pelaksana surveilans ILI – SARI merumuskan dan mempresentasikan strategi terkait dengan keberlangsungan dan penguatan pelaksanaan program tersebut.
Surveilans ILI – SARI merupakan suatu bentuk kewaspadaan dalam menghadapi pandemi terutama yang disebabkan oleh virus pernafasan. Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat terjalin kesepahaman dan kerjasama yang erat antara pemegang program nasional dengan komponen pelaksana surveilans di daerah.