Pertemuan Lintas Sektor Regional 5 Labkesmas dalam Penguatan Kapasitas Terkait PME/Uji Banding Malaria

Pertemuan Lintas Sektor Regional 5 Labkesmas dalam Penguatan Kapasitas Terkait PME/Uji Banding Malaria

  • By
  • 2026-06-25 08:13:01
  • 2

Dalam rangka memperkuat koordinasi, sinergi, dan harmonisasi pelaksanaan program Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Wilayah Regional 5, khususnya dalam penyelenggaraan Pemantapan Mutu Eksternal (PME)/Uji Banding Malaria, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer dan Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektor di Wilayah Regional 5 Labkesmas dalam Penguatan Kapasitas Terkait PME/Uji Banding Malaria pada tanggal 22–24 Juni 2026 di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan yang didukung melalui Dana Hibah Global Fund Komponen RSSH Tahun 2026 ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh perwakilan dinas kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, laboratorium rumah sakit, puskesmas, laboratorium sektor lainnya, serta pemangku kepentingan terkait dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Acara diawali dengan sambutan Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Mutu Laboratorium Kesehatan Kemenkes RI (Ratu Intang Menyereang, S.ST.FT., S.K.M., M.K.M.), dan dibuka secara resmi oleh Kepala BB Labkesmas Yogyakarta (dr. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes.).

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan kapasitas melalui berbagai materi, antara lain Surveilans Migrasi Malaria di Daerah Istimewa Yogyakarta yang disampaikan oleh dr. Ari Kurniawati, M.P.H. dari Dinas Kesehatan DIY, Kebijakan Nasional Eliminasi Malaria oleh Dedy Supriyanto, AMAK., S.Si., M.K.M. dari Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, serta rangkaian materi terkait Pemantapan Mutu Eksternal/Uji Banding Laboratorium yang disampaikan oleh Dr. dr. Abbas Suherli, Sp.PK(K)., FISQua meliputi dasar hukum, persiapan pelaksanaan, dan pelaksanaan uji banding dalam sistem penjaminan mutu laboratorium. Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai perhitungan statistik kuantitatif dan kualitatif dalam uji banding, demonstrasi praktik pengolahan data, serta evaluasi kinerja laboratorium yang disampaikan oleh Dr. Yohanes Susanto Ridwan. Materi tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai interpretasi hasil PME/Uji Banding sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu laboratorium secara berkelanjutan.

Pada hari terakhir, peserta menyusun rencana tindak lanjut sebagai langkah konkret dalam memperkuat implementasi surveilans migrasi, dengan memperhatikan penjaminan mutu laboratorium. Kegiatan kemudian ditutup oleh Kepala BB Labkesmas Yogyakarta, yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Mutu, Penguatan SDM, dan Kemitraan (dr. Yohanna Gita Chandra, M.S).

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun jejaring dan jaringan laboratorium lintas sektor yang semakin kuat, meningkatnya kapasitas teknis dan analitis sumber daya manusia laboratorium, serta optimalisasi pemanfaatan hasil PME sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu laboratorium yang berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi salah satu kontribusi penting dalam menjaga kualitas pemeriksaan laboratorium dan mendukung keberhasilan pemeliharaan status eliminasi malaria di Indonesia.

"Mutu laboratorium tidak dibangun oleh satu institusi, melainkan melalui kolaborasi, kompetensi, dan komitmen bersama untuk menghasilkan data kesehatan yang akurat dan terpercaya."