Pada tanggal 25 – 28 Februari 2018, di Hotel Aston Imperial Bekasi Barat diselenggarakan pertemuan sosialisasi aplikasi Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria (e-SiSMAL) Versi terbaru (Versi 2) oleh Subdirektorat Malaria Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zonotik (P2PTVZ) Kemenkes RI.
Sosialisasi diikuti seluruh pengelola program malaria dan pengelola program surveilans dari 34 Dinas Kesehatan Provinsi. Meski sasaran utama sosialisasi adalah pengelola program malaria dan program surveilans di tingkat provinsi, namun BBTKLPP Yogyakarta berkesempatan mengirimkan 1 perwakilan peserta sesuai dengan undangan. Peserta dari BBTKLPP Yogyakarta diwakili fungsional entomolog kesehatan, sekaligus sebagai penanggung jawab Instalasi Laboratorium Parasitologi. Sosialisasi bertujuan menyampaikan beberapa perubahan pada aplikasi e-Sismal versi sebelumnya (versi 1), sekaligus cara penggunaan e-Sismal versi 2.
Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur P2PTZ, dr. Elizabeth Jane Soepandi, MPH, Dsc, didampingi oleh Kasubdit. Malaria, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid. Dalam sambutannya, Direktur P2PTVZ berpesan agar e-Sismal dapat diintegrasikan dengan sistem surveilans yang telah ada di Direktorat Surveilans. Sebelum materi inti, terlebih dahulu dipaparkan beberapa materi pengantar, terdiri dari: (1) Tantangan dan isu strategis eliminasi malaria di bidang diagnosis dan pengobatan (Direktur P2PTVZ), (2) Kebijakan Surveilans Malaria (Kasubdit. Malaria), (3) Update Kebijakan Tatalaksana Malaria (Subdit Malaria), dan (4) SKDR (Subdit. Surveilans). Paparan materi inti dan praktikum aplikasi e-Sismal versi 2 dipandu langsung oleh narasumber dari Subdit. Malaria.
Pengembangan e-Sismal versi 2 bertujuan mewujudkan sistem pelaporan informasi hasil surveilans malaria yang efektif dan efisien. Dengan aplikasi e-sismal, pelaporan dilakukan secara realtime, tidak lagi berjenjang yang menyebabkan keterlambatan data/informasi sampai ke tingkat pengambil keputusan di tingkat atas. Dengan aplikasi ini memungkinkan semua stakeholder terkait di semua tingkatan administrasi dapat mengakses perkembangan situasi kasus malaria yang ada, termasuk ketersediaan logistik pengendalian malaria. Informasi yang dihasilkan dari penggunaan e-Sismal bermanfaat bagi stakeholder terkait di masing-masing daerah sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan kegiatan respon cepat maupun perencanaan kegiatan-kegiatan di tahun berikutnya.