Menindaklanjuti laporan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terkait kasus probable Leptospirosis di Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta, maka BB Labkesmas Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Yogyakarta, Puskesmas Gondokusuman I, kader kesehatan, serta didukung oleh mahasiswa FETP UGM melaksanakan surveilans faktor risiko lingkungan potensi KLB Leptospirosis di daerah probable kasus tersebut. Pelaksanaan pada tanggal 20 – 21 Februari 2024.
Kegiatan di hari pertama adalah breafing teknis pelaksanaan kegiatan, pembagian kelompok, pemasangan perangkap tikus, pencatatan titik koordinat pemasangan perangkap, inspeksi kesehatan lingkungan rumah terhadap risiko Leptospirosis, dan wawancara responden. Hari kedua dilakukan panen tikus, identifikasi tikus tertangkap, pengambilan sampel serum dan ginjal tikus untuk pengujian bakteri Leptospira, serta penyelesaian wawancara responden.
Jumlah perangkap yang berhasil dipasang sebanyak 150 buah (di dalam dan luar rumah serta di lingkungan potensi tikus), inspeksi kesehatan lingkungan dilakukan terhadap 55 rumah dan bangunan lain (seperti sekolah, asrama, klinik, dll), serta wawancara berhasil dilakukan terhadap 42 responden. Jumlah tikus yang tertangkap sebanyak 18 ekor terdiri dari Rattus tanezumi dan Rattus norvegicus masing-masing 9 ekor. Lokasi penangkapan tikus di dalam rumah 7 ekor, di luar rumah 10 ekor, dan di lingkungan 1 ekor. Ginjal tikus akan diperiksa menggunakan metode PCR di BB Labkesmas Yogyakarta, sedangkan serum tikus akan dilakukan pemeriksaan MAT di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga.