Menindaklanjuti adanya kasus Demam Dengue di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah yaitu di Desa Palbapang Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul dan Desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, BB Labkesmas melakukan kegiatan Surveilans Perilaku Vektor Demam Dengue di kedua lokasi tersebut. Kegiatan surveilans di Kabupaten Bantul dilaksanakan pada tanggal 31 Januari – 2 Februari 2024, sedangkan di Kabupaten Cilacap dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Februari 2024. Hari pertama kegiatan dilakukan breafing teknis pelaksanaan kegiatan dilanjutkan pelaksanaan survei hingga hari ketiga.
Metode kegiatan berupa Survei vektor DBD larva Aedes sp metode single larva di dalam dan di luar rumah serta penangkapan nyamuk dewasa Aedes sp metode Resting Collection (RC) di dalam dan di luar rumah, wawancara/observasi warga dengan instrument kuesioner perihal pengetahuan, sikap dan perilaku perlindungan diri warga masyarakat terhadap gigitan nyamuk vektor DBD dan perilaku dalam pengendalian vektor DBD, serta Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) rumah sehat dengan pengukuran kondisi suhu udara, kelembaban udara dan pencahayaan di dalam rumah warga. Target rumah yang disurvei adalah 100 rumah di sekitar kasus.
Hasil survei di Bantul menunjukkan House index (HI) jentik 50%, Countainer index (CI) 18,7% dan Breteau index (BI) 71% dengan tingkat kepadatan larva (Density figure) tinggi (tingkat skala 7). Sedangkan di Cilacap, hasil survei menunjukkan House index (HI) jentik 18%, Countainer index (CI) 8,7% dan Breteau index (BI) 24% dengan tingkat kepadatan larva (Density figure) sedang (tingkat skala 4). Jentik dan nyamuk Aedes sp yang tertangkap selanjutnya di pooling atau dikelompokkan dan akan dilakukan pemeriksaan virus Dengue dalam tubuh jentik dan nyamuk Aedes sp tersebut di laboratorium.