I.
Peyebab Bakteri Pada Air Minum DAM
1)
Penggunaan
Ultraviolet yang tidak sesuai kapasitas dengan kecepatan air yang melewati Unit
Ultraviolet. Aliran terlalu cepat, maka bakterinya tidak mati. Idealnya, DAM
berkapasitas Ultraviolet minimal adalah Type 5 GPM atau daya lampu 30 Watt dan
kecepatan air yang melewati UV tersebut adalah 19 liter ( 1 Galon ) per 1 menit
15 detik.
2)
Keterbatasan modal, banyak pengusaha membeli
paket peralatan Depot murah dengan peralatan dibawah Standar Minimum peralatan.
Stadar peralatan minimal antara lain; menggunakan tabung berisi media pasir
silika, karbon aktif , Ultraviolet minimal Type 5 GPM dan penyaringan Micro
filter/filter sedimen berukuran mulai 10 mikron s/d 01 mikron.
3)
Kurangnya kesadaran pemilik Depot dalam
pengawasan internal (melakukan pemeriksaan kualitas air DAM secara rutin).
4)
Higiene karyawan DAM yang masih kurang (perilaku
karyawan tidak baik; melayani sambil merokok, tidak memakai APD, meludah
sembarangan, tidak cuci tangan sebelum dan sesudah melayani pelanggan, kuku
yang panjang, rambut yang panjang tidak tertutup).
5)
Kurangnya kebersihan DAM dan lingkungan sekitar (lakukan
pengepelan dan pembersihan secara teratur, tersedia tempat sampah, tersedia
Wastafel, tersedia WC/KM, dekat tempat sampah)
II. Cara
pengendalian
1.
Sumber air (ketahuilah dan kenali sumber air baku
dari pemasok, lakukan kontrol dengan meminta hasil pemeriksaan kualitas air
baku dan pastikan secara fisik kimia dan biologi memenuhi syarat kesehatan)
2.
Operasional DAM Sehari Hari
1) Perawatan
Rutin: kegiatan yang rutin harus dilakukan adalah antara lain Pemeriksaan
Generator, Pompa, Valve, Pipa, Kran Inlet dan Outlet, Lampu UV, Ozon, Alat Pencucian Galon)
2) Pembersihan:
(seluruh bagian Depot harus dilakukan
pembersihan (lantai, tempat penanpungan air baku, tempat penampngan air hasil
olahan, kran outlet, alat pencucian
galon dll)
3) Pencucian
Galon ( lakukan pencucian galon pada ruang tertutup, lakukan penyikatan bagian
dalam galon, lalukan pembilasan dengan air panas dan tekanan air yang tinggi).
4)
Lakukan pelayanan maksimal dari menerima botol,
periksa keutuhan dan kebersihan botol, cium bau botol, lalukan penbersihan sisi
luar dan lakukan pembersihan sisi dalam botol, lakukan pengisihan, lakukan
pengelapan dan serahkan ke pelanggan dengan diengkapi tissu untuk sterilisasi
mulut botol.
3. Perawatan
Peralatan :
1) Back Wash (Lakukan back washing sesuai dengan spesifikasi peralatan) sebagai contoh
biasanya dilakukan pada setiap 50.000 liter air karena kemampuan filter 4
tangki mobil setara 30.000 liter tangki mobil
2) Pergantian
Peralatan
-
Lakukan pergantian filter pada 300.000 liter
atau sekitar 3 bua sekali, jangan menunggu filter berubah warna (menghitam atau
tumbuh jamur)
-
Lakukan pergantian lampu UV sesuai dengan
spesifikasi lampu namun sebagiknya dilakuka pergantian setelah lampu digunakan
selama 10.000 Jam.
4. Lakukan
pemeriksaan kualitas secara biologi setiap 3 bulan sekali
5.
Lakukan konsultasi ke tenaga Ahli (Ahli
peralatan, Ahli kesehatan).