Tips Buat Pengusaha Depot Air Minum (DAM) Penyebab Bakteri Dan Teknik Pengendalian  Air Minum Dam

Tips Buat Pengusaha Depot Air Minum (DAM) Penyebab Bakteri Dan Teknik Pengendalian Air Minum Dam

  • By
  • 2019-12-02 18:15:38
  • 384

       I.          Peyebab Bakteri Pada Air Minum DAM

1)      Penggunaan Ultraviolet yang tidak sesuai kapasitas dengan kecepatan air yang melewati Unit Ultraviolet. Aliran terlalu cepat, maka bakterinya tidak mati. Idealnya, DAM berkapasitas Ultraviolet minimal adalah Type 5 GPM atau daya lampu 30 Watt dan kecepatan air yang melewati UV tersebut adalah 19 liter ( 1 Galon ) per 1 menit 15 detik.

2)      Keterbatasan modal, banyak pengusaha membeli paket peralatan Depot murah dengan peralatan dibawah Standar Minimum peralatan. Stadar peralatan minimal antara lain; menggunakan tabung berisi media pasir silika, karbon aktif , Ultraviolet minimal Type 5 GPM dan penyaringan Micro filter/filter sedimen berukuran mulai 10 mikron s/d 01 mikron.

3)      Kurangnya kesadaran pemilik Depot dalam pengawasan internal (melakukan pemeriksaan kualitas air DAM secara rutin).

4)      Higiene karyawan DAM yang masih kurang (perilaku karyawan tidak baik; melayani sambil merokok, tidak memakai APD, meludah sembarangan, tidak cuci tangan sebelum dan sesudah melayani pelanggan, kuku yang panjang, rambut yang panjang tidak tertutup).

5)      Kurangnya kebersihan DAM dan lingkungan sekitar (lakukan pengepelan dan pembersihan secara teratur, tersedia tempat sampah, tersedia Wastafel, tersedia WC/KM, dekat tempat sampah)

II.     Cara pengendalian

1.      Sumber air (ketahuilah dan kenali sumber air baku dari pemasok, lakukan kontrol dengan meminta hasil pemeriksaan kualitas air baku dan pastikan secara fisik kimia dan biologi memenuhi syarat kesehatan)

2.      Operasional DAM Sehari Hari

1)      Perawatan Rutin: kegiatan yang rutin harus dilakukan adalah antara lain Pemeriksaan Generator, Pompa, Valve, Pipa,  Kran Inlet dan Outlet, Lampu UV, Ozon, Alat Pencucian Galon)

2)      Pembersihan:  (seluruh bagian Depot harus dilakukan pembersihan (lantai, tempat penanpungan air baku, tempat penampngan air hasil olahan, kran outlet, alat pencucian galon dll)

3)      Pencucian Galon ( lakukan pencucian galon pada ruang tertutup, lakukan penyikatan bagian dalam galon, lalukan pembilasan dengan air panas dan tekanan air yang tinggi).

4)      Lakukan pelayanan maksimal dari menerima botol, periksa keutuhan dan kebersihan botol, cium bau botol, lalukan penbersihan sisi luar dan lakukan pembersihan sisi dalam botol, lakukan pengisihan, lakukan pengelapan dan serahkan ke pelanggan dengan diengkapi tissu untuk sterilisasi mulut botol.

 

 

3.   Perawatan Peralatan :

1)      Back Wash (Lakukan back washing sesuai dengan spesifikasi peralatan) sebagai contoh biasanya dilakukan pada setiap 50.000 liter air karena kemampuan filter 4 tangki mobil setara 30.000 liter tangki mobil

2)      Pergantian Peralatan

-        Lakukan pergantian filter pada 300.000 liter atau sekitar 3 bua sekali, jangan menunggu filter berubah warna (menghitam atau tumbuh jamur)

-        Lakukan pergantian lampu UV sesuai dengan spesifikasi lampu namun sebagiknya dilakuka pergantian setelah lampu digunakan selama 10.000 Jam.

4.   Lakukan pemeriksaan kualitas secara biologi setiap 3 bulan sekali

5.   Lakukan konsultasi ke tenaga Ahli (Ahli peralatan, Ahli kesehatan).