Model/Teknologi Larvasida Dan Desinfektan Alami adalah produk inovasi berbahan alami yang digunakan untuk mendukung program pengendalian penyakit demam berdarah. Nyamuk sebagai vektor penyakit, terus diupayakan pengendaliannya, melalui larvasida atau yang dikenal sebagai temephos. Sebagai gantinya, dalam hal upaya pengendalian jentik nyamuk Aedes sp, digunakan larvasida alami dengan ekstrak daun Pucung. Sebagai pelengkap, ditambahkan bahan desinfektan alami berupa ekstrak daun mimba, dengan harapan, pada satu formasi sediaan, didapatkan bahan larvasida sekaligus desinfektan.
Komposisi larvasida dan desinfektan dari ekstrak daun Pucung dan Mimba, berdasarkan hasil percobaan laboratorium, diperoleh rasio : 4:3:2:1. Dengan komposisi :
1) ekstrak daun Pucung (40%),
2) ekstrak daun Mimba (30%)
3) bahan pengisi berupa amilum (20%) dan,
4) bahan stabilisator /penguat berat (10%).
Produk larvasida dan desinfektan alami dikemas dalam dua bentuk, pertama dikemas dalam bentuk kapsul dan bentuk kantong celup. Setiap kemasan kapsul diisikan larvasida dan desinfektan seberat 750 mg. Kemasan larvasida dan desinfektan dalam kantong celup dengan berat bersih 1500 mg.
Berdasarkan formulasi yang diperoleh dari percobaan skala laboratorium, dosis yang disarankan untuk larvasida dan desinfektan dalam kemasan kapsul sebanyak 2-3 kapsul/100 liter air bersih, sedangkan dosis larvasida dan desinfektan dalam kemasan kantong celup sebanyak satu kemasan celup / 500-750 liter air bersih.